A.
Sejarah
Bayi Tabung
Inggris
merupakan negara yang menjadi tonggak awal sejarah bayi tabung di dunia . Di
sanalah sejumlah dokter untuk pertama kalinya menggagas pelaksanaan program
bayi tabung. Bayi tabung pertama yang berhasil dilahirkan dari program tersebut
adalah Louise Brown yang lahir pada tahun 1978.
Sejarah bayi
tabung ini berawal dari upaya untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan
suami isteri yang mengalami gangguan kesuburan. Sebelum program bayi tabung
ditemukan, inseminasi buatan dikenal sebagai metode untuk menyelesaikan masalah
tersebut. Inseminasi buatan dilakukan dengan menyemprotkan sejumlah cairan
semen suami ke dalam rahim isteri dengan menggunakan bantuan alat suntik.
Dengan cara ini sperma diharapkan mudah bertemu dengan sel telur. Sayangnya,
tingkat keberhasilan metode inseminasi buatan hanya sebesar 15%
B.
Pengertian
Bayi Tabung
Bayi tabung atau pembuahan
in vitro (bahasa
Inggris: in vitro
fertilisation) In vinto berasal
dari bahasa latin yang berarti gelas /tabung gelas, dan fertilization barasal dari bahasa inggris yang berarti pembuahan. adalah
sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita.
Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika
metode lainnya tidak berhasil. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses
ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. Teknologi
ini dirintis oleh P.C Steptoe dan R.G Edwards pada tahun 1977.
Bayi tabung
adalah bayi hasil konsepsinya (pertemuan sel telur dan sperma) yang dilakukan
dalam sebuah tabung yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa di laboratorium.
Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasi – in – vitro. Fertilisasi – in – vitro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung Petri yang dilakukan oleh petugas medis. Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita, pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada tempratur – 321 derajat Fahrenheit.
Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasi – in – vitro. Fertilisasi – in – vitro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung Petri yang dilakukan oleh petugas medis. Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita, pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada tempratur – 321 derajat Fahrenheit.
C.
Proses
Inseminasi Buatan / Bayi Tabung
Prosesnya mula –
mula dengan suatu alat khusus semacam alat untuk laporoskopi dilakukan
pengambilan sel telur dari wanita yang baru saja mengalami evolasi. Kemudian
sel telur yang diambil, dibuahi dengan sperma yang sudah dipersiapkan dalam
tabung yang suasananya dibuat persis seperti didalam rahim.
Setelah
pembuahan hasil konsepsi tersebut dipelihara beberapa saat dalam tabung sampai
pada suatu saat tertentu akan dicangkokkan ke dalam rahim wanita tersebut. Selanjutnya
diharapkan embrio itu akan tumbuh dalam rahim wanita. Setelah itu kehamilan
akan dialami wanita dan perkembangannya akan berlangsung seperti biasa.
Proses Inseminasi
Buatan ( Bayi Tabung )
Dalam melakukan
Fertilisasi-in-virto transfer embrio dilakukan dalam tujuh tingkatan dasar yang
dilakukan oleh petugas medis, yaitu :
1.
Isteri diberi obat pemicu ovulasi yang
berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan
setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel – sel telurnya
matang
2.
Pematangan sel – sel telur di pantau
setiap hari melalui pemeriksaan darah isteri dan pemeriksaan ultrasonografi.
3.
Pengambilan sel telur dilakukan dengan
penusukan jarum ( pungsi ) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi.
4.
Setelah dikeluarkan beberapa sel telur,
kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sperma suaminya yang telah diproses
sebelumnya dan dipilih yang terbaik.
5.
Sel telur dan sperma yang sudah
dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram.
Pemantauan dilakukan 18 – 20 jam kemudian dan kemudian keesokan harinya
diharapkan sudah terjadi pembuahan sel.
6.
Embrio yang berada dalam tingkat
pembelahan sel ini. Kemudian diimplantasikan ke dalam rahim isteri. Pada
periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan.
7.
Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio
diimplantasikan tidak terjadi menstruasi, dilakukan pemeriksaan air kemih untuk
kehamilan, dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi.
D.
Pemecahan
Masalah
Proses
Inseminasi Buatan ( bayi tabung ) dilakukan untuk menolong pasangan suami –
isteri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan Tuba
Falopi isterinya mengalami kerusakan yang permanen.
Menurut Drs.
Muhammad Djumhana, S.H. Bayi Tabung pada suatu pihak merupakan hikmah. Dapat
membantu pasangan suami – isteri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada
organ reproduksi, mereka tidak dapat mempunyai anak. Keuntungan dari proses
Inseminasi Buatan ( Bayi Tabung ) yaitu untuk mempermudah melakukan pembuahan
kepada pasangan suami – isteri yang memiliki kesulitan untuk itu. Serta dapat
memberikan keturunan yang merupakan genetik dari suami dan isteri tersebut. Kerugiannya
sendiri adalah mendapat pandangan yang tidak etis apabila bahan pembuahan
tersebut diambil dari orang yang sudah meninggal.
DAFTAR
PUSTAKA
Webcerdas.blogspot.com
Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar